Sabtu, 31 Agustus 2019

Knowledge Sharing Agustus 2019

"Dream is not what you see when you sleep, but dream is what makes you can't sleep."

Mimpi (impian/cita-cita kuat) bukan apa yang kamu lihat saat tidur, tetapi mimpi adalah yang membuatmu tidak bisa tidur.

Jumat, 31 Mei 2019

Knowledge Sharing Mei 2019

Apa tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadan?

Salah seorang ulama menjawab, "Setelah bulan Ramadan ibadahnya meningkat dan tidak hanya beribadah di bulan Ramadan/"

Begitupula juga tanda haji mabrur. Semoga amal ibadah kita diterima. Amin.

Kamis, 30 Mei 2019

One Month (May) Two Books (1st)

"Critical Eleven" karya Ika Natassa




Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

(bersambung)

Selasa, 30 April 2019

One Month (April) One Book

"Bertumbuh" karya Satria Maulana, Kurniawan Gunadi, Iqbal Hariadiz Mutia Prawitasari, dan Novie Octaviane Mufti

Selasa, 23 April 2019

Knowledge Sharing April 2019

Training Jurnalistik
Senin malam, 22 April 2019
Bersama Ivan Andimuhtarom, Jurnalis Solopos

Kita perlu dapat membedakan antara opini dan berita. Berita sendiri adalah fakta-fakta sedangkan opini adalah tulisan tentang gagasan dan pendapat pribadi penulis.

Opini juga bisa dibahasalainkan sebagai esai. Kiat-kiat dasar untuk esai nonfiksi:
  1. ide
  2. berpikir sistematis
  3. data
  4. fokus pada masalah

Minggu, 31 Maret 2019

One Month (March) One Book

Review Buku "Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan" karya Mohammad Fauzil Adhim

Buku ini adalah kumpulan tulisan dengan judul-judul yang berbeda. Mungkin sekilas tidak akan terlihat hubungan antar judul. Namun, inti dari semua tulisan yang ada di judul ini berkisar tentang renungan dan mengais hikmah dari cerita-cerita orang terdahulu maupun keadaan kita di masa kini.
Buku ini tidak hanya kisah-kisah dan renungan biasa, namun banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari buku ini tanpa ada rasa menggurui. Jika ada istilah bahasa Arab maka akan dijelaskan apa arti istilah tersebut. Jika ada istilah syariat Islam maka akan dijelaskan arti istilah tersebut. Membaca buku ini adalah salah satu moodboster dan upaya men-charge kembali iman yang seringkali naik-turun.
Akhir kata, buku ini cocok dibaca sewaktu-waktu saat ingin mencari ketenangan di tengah kesibukan yang ada. Tidak harus dihabiskan sekaligus sekali baca tapi ada baiknya dibaca perlahan di sela padatnya aktivitas.

Selasa, 26 Maret 2019

Knowledge Sharing Maret 2019

Evaluasi RK Pelajar
Bersama Isnan Hidayat, S.Psi.
Co-Founder Gerakan Citarasa Kebaikan Pelajar Indonesia

Evaluasi bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah proses terus menerus agar tetap bisa meningkat kualitas sebuah pergerakan.

Mengukur keberhasilan sebuah program pembinaan perlu dengan lima tahap:
  1. Reaksi partisipasi setelah program
  2. Perubahan cara pandang peserta apakah sesuai dengan tujuan pembuatan program
  3. Perubahan sikap dan perilaku peserta
  4. Perubahan lingkungan atau ruang ruang kemanusiaan
  5. Return invesment yaitu analisis pendanaan bahwa apakah dana yang sudah digelontarkan sudah sesuai dengan outcome atau output yang dihasilkan.

Kamis, 28 Februari 2019

One Month One Book Februari 2019

Bangkit & Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah
Dr. Muhammad Ash-Shalabi

Buku yang tebalnya 756 halaman ini menceritakan dari asal-usul dinasti utsmani dari bangsa Turki, sultan pertama yang mendirikan dinasti ini, masa kejayaan, hingga runtuhnya khilafah ini. Diawali dengan asal-usul bangsa Turki, bagaimana bangsa Turki menerima Islam, posisi bangsa Turki di Khilafah Abbasiyah, hingga Utsman bin Urtughul mendirikan kesultanan ini (karena saat itu masih ada Khilafah Abbasiyah) sekaligus menjadi sultan pertama.
Sultan demi sultan diceritakan di buku ini dalam sudut pandang sejarahwan Islam dan membantah syubhat-syubhat yang ditulis oleh orientalis dalam pengaburan sejarah Islam. Sultan yang terkenal adalah Sultan Mehmet II yang digelari Al-Fatih karena telah membebaskan Konstatinopel dan mengubah namanya menjadi Islambul. Khalifah yang terkenal (setelah runtuhnya Khilafah Abbasiyah) adalah Khalifah Sulaiman Al-Qanuni saat Khilafah Utsmani di puncak kejayaan yang tidak pernah dicapai oleh penerusnya. Eropa timur hampir seluruhnya dikuasai oleh Utsmani hingga daerah sebelum Vienna. Namanya juga peradaban, ada masa-masa kemunduran. Diceritakan juga masa-masa melemahnya Utsmani hingga pada 1924 Masehi Khilafah Utsmaniyah dihapuskan sama sekali dari muka bumi.
Buku ini tidak hanya bercerita, melainkan juga menjabarkan sebab-sebab keberhasilan dan kegagalan. Sebuah buku sejarah yang layak dibaca untuk mengambil banyak sekali pelajaran hidup.

Knowledge Sharing Februari 2019

Bersama Isnan Hidayat, S.Psi.
Co-Founder Gerakan Citarasa Kebaikan Pelajar Indonesia

Kemampuan menentukan masalah yang benar adalah setengah keberhasilan. Manusia harus dapat mengenal:
  1. Tempat (ma'rifatul maidan)
  2. Waktu (ma'rifatuz zaman)
  3. Manusia (ma'rifatul insan)
Ciri khas alumni Rumah Kepemimpinan menurut Mas Isnan terkumpul dalam dua kata: idealis dan progresif. Idealis di sini adalah lawan kata dari pragmatis bukan lawan kata dari realistis. Adapun progresif di sini adalah lawan kata dari konservatif. Konservatif bukanlah hal yang buruk pada semua hal. Hal yang ideal adalah mengonservasi nilai dan meliberalkan metode.

Senin, 28 Januari 2019

Knowledge Sharing Januari 2019

Senin malam, 28 Januari 2019
Sesi taujih bersama Pembina Regional 9 Rumah Kepemimpinan, Dr. Mohammad Muchtarom, S.Ag., M.Si.

Banyak ulama zaman dahulu yang terkenal menguasai secara mendalam banyak cabang ilmu. Zaman sekarang manusia walaupun sarana pembelajaran makin mudah namun sudah jarang atau bahkan tidak ada manusia yang memgusasai secara mendalam banyak cabang ilmu. Sekarang zamannya orang menguasai ilmu secara sempit atau bahasa kerennya spesialisasi. Semakin dalam seseorang belajar dalam bidang ilmunya makin sempit cakupan yang ia pelajari. Hal ini bukan tanpa kritik. Pemahaman yang sepotong-potong ini membuat ilmu tidak dipahami secara itu. Oleh itu di zaman spesialisasi ini dibutuhkan yang namanya kolaborasi.
/